November 3, 2026
IMG-20261102-WA0028

Medan, Gema Berita – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Medan menjadi sorotan setelah muncul dugaan kandungan DNA babi (B2) dalam bahan makanan yang disajikan kepada siswa di Kecamatan Medan Denai dan Medan Tenggara. Namun, di tengah perhatian publik, satu hal mendasar masih belum terjawab: di mana dokumen resmi hasil pengujian laboratorium yang disebut menjadi dasar dugaan tersebut?

Persoalan ini mencuat setelah adanya aduan dari SDN 060912 terkait makanan yang dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Yayasan Tali Geni Indonesia. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara kemudian meminta pengawasan terhadap penyelenggaraan MBG diperiksa secara menyeluruh.

Ketua Bidang Politik, Demokrasi dan Pemerintahan HMI Sumut, Ahmad Fuadi Nasution, menyatakan pihaknya telah memperoleh dokumen yang disebut memuat hasil pengujian dengan keterangan DNA babi. Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui secara pasti laboratorium yang melakukan pemeriksaan.

“Ada kita dapat. Kalau soal uji lab siapa yang melakukan saya kurang tahu. Tapi yang kami tahu hasil uji lab menunjukkan keterangan DNA BABI,” ujarnya, Senin (2/11).

Informasi mengenai pengujian sampel di Bogor pun mengundang perhatian. Sebab, hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh salinan dokumen resmi yang dapat memastikan identitas laboratorium, metode pemeriksaan, identitas sampel, maupun kesimpulan hasil pengujian.

Untuk menelusuri informasi tersebut, awak media mendatangi SDN 060912 di Jalan Denai, Kecamatan Medan Denai. Namun, kepala sekolah belum berhasil ditemui. Petugas keamanan menyebut kepala sekolah yang bersangkutan juga menjabat sebagai pelaksana harian (PLH) di sekolah tersebut dan merupakan kepala sekolah definitif di SDN 78.

Upaya konfirmasi dilanjutkan ke SDN 78. Namun, kepala sekolah tidak berada di tempat saat awak media datang. Sejumlah guru menyebut yang bersangkutan telah keluar sekolah. Mereka juga membenarkan adanya kunjungan Babinsa sebelumnya untuk menemui kepala sekolah.

Petugas keamanan SDN 060912 turut menyampaikan bahwa pihak Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pendidikan Kota Medan, dan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan sebelumnya telah mendatangi sekolah tersebut.

Sementara itu, Kepala KPPG Medan, Donal Simanjuntak, memberikan jawaban singkat ketika dimintai keterangan mengenai dugaan tersebut.

“Sedang kami dalami,” katanya.Saat ditanya mengenai dokumen pengujian laboratorium di Bogor, Donal kembali menyatakan persoalan itu masih dalam proses pendalaman.

“Ini juga bagian yang kita dalami,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pendidikan Kota Medan belum memberikan tanggapan resmi kepada redaksi. Dokumen hasil pengujian yang dapat diperiksa secara independen juga belum diterima.

Dalam persoalan ini, verifikasi menjadi kunci. Keberadaan dokumen saja belum cukup untuk memastikan kebenaran suatu temuan. Identitas laboratorium, kompetensi penguji, metode deteksi, rantai penguasaan sampel, serta keaslian laporan perlu diperiksa agar kesimpulan yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Aparat penegak hukum dan instansi pengawas terkait diharapkan menelusuri dokumen yang beredar sekaligus memastikan prosedur pemeriksaan bahan pangan dalam penyelenggaraan MBG berjalan sesuai ketentuan.

Sebab, persoalan ini bukan sekadar polemik mengenai satu menu makanan. Di dalamnya terdapat kepentingan kesehatan siswa, transparansi pengelolaan program pemerintah, serta kepastian informasi mengenai bahan pangan yang dikonsumsi para penerima manfaat.

Sampai dokumen resmi diperoleh dan diverifikasi, dugaan kandungan DNA babi tersebut belum dapat dinyatakan sebagai fakta yang terkonfirmasi. Semua pihak perlu diberi ruang untuk memberikan penjelasan berdasarkan bukti.

Redaksi membuka ruang hak jawab, hak koreksi, dan klarifikasi bagi Yayasan Tali Geni Indonesia, pengelola SPPG, KPPG Medan, Dinas Pendidikan Kota Medan, pihak sekolah, serta laboratorium yang disebut melakukan pengujian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *