Labuhanbatu, Gema Berita – Penangkapan seorang pria berinisial IMM alias Indra (45) oleh personel Polsek Bilah Hilir belum sepenuhnya meredakan keresahan warga. Di Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, masyarakat masih mempertanyakan dugaan aktivitas peredaran narkotika yang disebut-sebut belum tersentuh penegakan hukum.
Indra diamankan di Dusun Sei Tampang, Desa Sei Tampang, Sabtu (31/10). Namun, setelah penangkapan tersebut, warga justru meminta polisi tidak berhenti pada satu orang yang telah diamankan.
Nama KR alias Balgak mencuat dalam keterangan sejumlah warga. Seorang warga yang memperkenalkan diri sebagai Riko menduga pria tersebut memiliki sejumlah titik aktivitas, termasuk di kawasan Perkebunan Bilah Platindo.
“Indra sudah ditangkap, Balgak belum. Jangan pula nanti tutup sementara, setelah ada info aman mereka buka lagi. Itu namanya bukan pemberantasan,” kata Riko. Sabtu (31/10).
Keluhan serupa disampaikan Kirman. Ia menilai dugaan peredaran narkotika masih menjadi persoalan di sejumlah desa di Bilah Hilir. Bahkan, ia menyebut adanya kabar mengenai sosok yang diduga sebagai pemasok atau pengendali di wilayah Rantau Prapat.
“Tolong diberantas. Bilah Hilir harus bersih. Ada tersiar kabar bahwa bos besar mereka ini di Ranto,” ujar Kirman, Sabtu (31/10).
Bagi Dian, warga lainnya, persoalan ini bukan sekadar urusan penindakan kriminal. Ada masa depan generasi muda yang dipertaruhkan ketika dugaan peredaran narkotika terus menjadi bayang-bayang kehidupan masyarakat.
Warga mendesak kepolisian menelusuri seluruh informasi yang disampaikan, mengungkap jaringan apabila ditemukan bukti keterlibatan pihak lain, serta memastikan penegakan hukum berlangsung transparan dan berkelanjutan.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari kepolisian.
Kini, masyarakat menunggu lebih dari sekadar penangkapan. Mereka menginginkan kepastian bahwa pemberantasan narkotika tidak berhenti pada satu pintu, sementara dugaan jaringan lain masih menjadi pertanyaan.
Laporan: Tim
Editor: Redaksi
