Jakarta, Gema Berita — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang dipicu oleh Bibit Siklon Tropis 91S. Sistem ini terpantau aktif di Samudra Hindia, tepatnya di barat Lampung, dan mulai memengaruhi pola cuaca di beberapa wilayah Sumatra.
Dalam pemantauan terbaru, 91S diprediksi mendekat ke wilayah Sumatra dalam 24 jam mendatang. Setelah itu, sistem diperkirakan bergerak ke arah barat daya dan menjauh dari Indonesia dalam kurun 36 hingga 72 jam.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lebat dalam beberapa hari ke depan.
“Meski peluang 91S berkembang menjadi siklon tropis tergolong rendah, intensitas hujan pada 11 hingga 16 Desember harus tetap diantisipasi. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi hal yang penting,” ujarnya, Rabu (10/12).
BMKG menyebutkan bahwa Sumatra Barat, Bengkulu, dan Lampung termasuk wilayah yang paling berpotensi terkena dampak peningkatan curah hujan. Awan konvektif yang tumbuh di sekitar pusat sistem menunjukkan kecenderungan menguat, meski belum membentuk struktur siklonik secara penuh. Saat ini, kecepatan angin maksimum terpantau sekitar 37 km/jam dengan tekanan minimum 1008 hPa.
Faktor pendukung lain seperti suhu muka laut yang hangat serta aktivitas gelombang atmosfer Equatorial Rossby membuat 91S tetap aktif. Di sisi lain, beberapa daerah seperti Tapanuli, Nias, Langkat, Mandailing Natal, dan Labuhan Ratu juga diperkirakan mengalami intensitas hujan tinggi sepanjang Desember.
BMKG mengingatkan masyarakat agar terus mengikuti perkembangan informasi resmi, mengurangi aktivitas di kawasan rawan bencana, dan meningkatkan kewaspadaan menghadapi perubahan cuaca yang cepat.
Laporan: Tim Gema Berita
