June 10, 2026
Merasa Belum Dapat Keadilan, Keluarga Korban Dugaan Perundungan di Banjarbaru Datangi DPR RI

Banjarbaru, Gema Berita-

Kasus dugaan perundungan terhadap seorang siswa sekolah menengah pertama di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kembali mencuat ke ruang publik. Orang tua korban bersama tim kuasa hukum mendatangi Gedung DPR RI di Jakarta pada Senin (8/6) untuk menyampaikan aspirasi dan meminta perhatian atas perkara yang mereka nilai belum memperoleh penyelesaian yang memuaskan.

Korban berinisial RZM (14), seorang pelajar SMP di Banjarbaru, disebut mengalami perundungan sejak Agustus 2025 yang diduga dilakukan oleh salah satu teman sekelasnya berinisial RAS. Keluarga korban mengaku awalnya tidak mengetahui kondisi yang dialami anak mereka hingga melihat perubahan perilaku yang dianggap tidak biasa.

Menurut keterangan keluarga, upaya komunikasi dengan pihak sekolah telah dilakukan. Namun, mereka menilai persoalan yang dianggap telah selesai justru berlanjut dan berdampak pada kondisi psikologis korban. Keluarga menyebut RZM mengalami trauma berat hingga mendapat penanganan medis terkait gangguan pascatrauma atau Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Persoalan kemudian berkembang setelah ayah korban, Salahudin, pada November 2025 mengaku menegur terduga pelaku agar menghentikan tindakan yang dituding sebagai perundungan terhadap anaknya. Di sisi lain, keluarga terduga pelaku melaporkan Salahudin ke kepolisian atas dugaan pengancaman dan intimidasi.

Merasa tidak mendapatkan keadilan, Salahudin kemudian menunjuk Advokat David Santosa, SE, SH, C.PT, C.LO atau yang dikenal sebagai Mr. D untuk mendampingi proses hukum. Bersama Ketua Tim Hukum Dr. Zulfina Susanti, SH, MKN, mereka mengaku telah berupaya menempuh berbagai langkah mediasi, termasuk meminta fasilitasi dari pihak terkait di Kalimantan Selatan.

Namun, menurut kuasa hukum keluarga korban, sejumlah upaya mediasi belum membuahkan kesepakatan. Kondisi tersebut mendorong mereka membawa persoalan ini ke tingkat nasional dengan menyampaikan pengaduan kepada DPR RI.

Kedatangan tim hukum diterima oleh Lukiawan, staf ahli anggota DPR RI dari Partai NasDem. Dalam pertemuan tersebut, keluarga korban berharap ada perhatian terhadap aspek perlindungan anak serta kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat.

Hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak keluarga terlapor maupun aparat penegak hukum terkait perkembangan penanganan perkara tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi bagi seluruh pihak.

Laporan: Ihwan Heryana

Editor : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *