Mandailing Natal,Gema Berita-
Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menerima kunjungan silaturahmi dan studi kolaborasi dari jajaran pengurus serta anggota IPARI Kemenag Kota Pematangsiantar. Pertemuan strategis dalam rangka penguatan peran dan fungsi lini kepenyuluhan ini dipusatkan di Aula Kantor Kemenag Mandailing Natal pada Senin (08/06/2026).
Agenda ini dihadiri oleh seluruh Penyuluh Agama dari kedua wilayah kerja, serta disaksikan langsung oleh jajaran Kepala Seksi (Kasi) dan Penyelenggara di lingkungan Kantor Kemenag Mandailing Natal. Rangkaian kegiatan diawali secara kedinasan melalui pelaksanaan Apel Pagi bersama di Lapangan Kankemenag Madina. Memasuki acara inti di aula, MC Murtika, S.HI membuka jalannya acara yang disusul dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Yusnianti Pane, S.HI. ,doa bersama dipimpin oleh H. Damri Pulungan, Lc. lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars IPARI yang dipandu oleh Dirigen, Bella Lumbantoruan.
Dalam hantaran sambutannya, Ketua IPARI Madina, Muhammad Iqbal, M.Sos, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam atas kehadiran jajaran kepengurusan IPARI Kota Pematangsiantar di Bumi Gordang Sambilan.
“Kami sangat menyambut baik kunjungan ini. Kehadiran rekan-rekan dari Kota Pematangsiantar menjadi momentum berharga bagi IPARI Madina untuk saling bertukar gagasan, terutama dalam merumuskan metode penyuluhan yang efektif serta inovatif demi mengoptimalkan bimbingan keagamaan di tengah dinamika masyarakat saat ini,” ujar Muhammad Iqbal.
Apresiasi senada diungkapkan oleh Ketua IPARI Kota Pematangsiantar, H. Armansyah Pasaribu, S.Ag. Ia menegaskan bahwa tantangan kepenyuluhan di era modern memerlukan ruang kolaborasi yang luas agar program-program yang dilahirkan bisa saling melengkapi. “Kunjungan silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan langkah taktis untuk menyelaraskan program kerja dan memperkuat kompetensi penyuluh antar-daerah. Kita berharap output dari pertemuan ini dapat melahirkan adaptasi program kepenyuluhan yang lebih relevan, inklusif, dan menyentuh kebutuhan umat,” tutup Armansyah Pasaribu.
Kakan Kemenag Madina H. Maranaek Hasibuan MA dalam sambutannya mengatakan mengapresiasi seluruh penyuluh agama yang selama ini telah menjadi garda terdepan kementrian agama dalam memberikan pembinaan,edukasi,serta pendampingan kepada masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan momentum yang sangat penting untuk memperkuat sinergi, kolaborasi, serta menyamakan persepsi dalam menghadapi tantangan dakwah dan penyuluhan di era digital. Penyuluh agama saat ini dituntut tidak hanya mampu menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara konvensional, tetapi juga harus adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi” Tutup maranaek.
Sumber : Tim Gema Berita
Editor : Redaksi
