Siantar,Gema Berita-
Seorang perempuan bernama Sariati br Damanik (45), warga Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur, meninggal dunia setelah tersambar kereta api yang melintas dari arah Pematangsiantar menuju Medan, Minggu sore (22/3) sekitar pukul 16.30 WIB.
Peristiwa terjadi di lintasan rel perbatasan Kelurahan Baru, Kecamatan Siantar Utara, dan Kelurahan Pardomuan. Berdasarkan keterangan warga, korban saat itu berjalan kaki di sepanjang jalur rel hendak pulang ke rumahnya di Jalan Tongkol.
Kereta pengangkut bahan bakar yang melaju dari arah kota tidak sempat dihindari. Tubuh korban terpental ke luar rel. Warga yang berada di sekitar lokasi segera mendatangi tempat kejadian dan menemukan korban sudah tidak bergerak dengan luka serius di bagian kepala.
“Bagian kepala yang paling parah, tubuh lainnya relatif utuh,” ujar salah seorang petugas sosial.
Sejumlah warga menyebut korban diduga memiliki keterbatasan pendengaran, sehingga tidak menyadari datangnya kereta. Korban diketahui kerap melintas di jalur tersebut dalam aktivitas sehari-hari.
Peristiwa tragis kembali terjadi di wilayah Siantar Timur, Kota Pematangsiantar. Seorang perempuan dilaporkan tewas setelah tersambar kereta api dalam sebuah kejadian yang menggegerkan warga sekitar.Insiden nahas tersebut terjadi pada waktu yang belum lama ini dan langsung menyita perhatian masyarakat. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian mengaku terkejut dan tidak menyangka peristiwa memilukan itu terjadi begitu cepat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan seorang perempuan yang saat itu diduga berada di sekitar jalur rel kereta api. Tanpa disadari, kereta api yang melaju dengan kecepatan tinggi tidak dapat menghindari tabrakan tersebut.“Kejadiannya sangat cepat, tiba-tiba sudah terdengar suara keras. Kami langsung berlari ke lokasi,” ujar salah seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut.Benturan keras membuat korban mengalami luka parah dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.Selain itu, petugas juga segera mengevakuasi jasad korban untuk dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat guna proses lebih lanjut, termasuk identifikasi.
Hingga saat ini, identitas lengkap korban masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang. Polisi juga masih menyelidiki penyebab pasti kejadian, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian atau faktor lain yang memicu kecelakaan tersebut.Peristiwa ini pun menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar selalu berhati-hati saat berada di sekitar jalur rel kereta api. Mengingat, jalur tersebut merupakan area berbahaya yang tidak boleh digunakan sembarangan oleh pejalan kaki.Warga sekitar berharap agar pihak terkait dapat meningkatkan pengawasan serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya melintas di rel kereta api. Selain itu, pemasangan rambu peringatan tambahan juga dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.“Kami berharap ke depan ada perhatian lebih, mungkin pagar atau tanda peringatan yang lebih jelas supaya warga tidak sembarangan melintas,” tambah warga lainnya.Kejadian ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menyisakan trauma bagi warga yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar rel kereta api tanpa alasan yang jelas, serta selalu mengutamakan keselamatan.Kasus ini masih dalam penanganan lebih lanjut oleh aparat berwenang. Informasi terbaru terkait identitas korban maupun kronologi lengkap kejadian akan disampaikan setelah proses penyelidikan selesai dilakukan.Peristiwa perempuan tewas tersambar kereta di Siantar Timur ini menjadi salah satu kejadian tragis yang kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan di area rawan kecelakaan.
Petugas kepolisian dari sektor Siantar Timur dan Siantar Utara tiba di lokasi tak lama kemudian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Djasamen Saragih.
Laporan: Tim Gema Berita
Editor : Redaksi Gema Berita
