Simalungun, Gema Berita — Keresahan warga terhadap dugaan maraknya peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polsek Perdagangan, Polres Simalungun, kian menguat. Aktivitas transaksi yang disebut berlangsung terbuka memicu pertanyaan publik mengenai keseriusan penegakan hukum di wilayah tersebut.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa peredaran sabu diduga semakin masif dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyebut aktivitas para pelaku terkesan berjalan tanpa hambatan berarti. “Sekarang seperti tidak takut lagi, transaksi terasa makin terbuka,” ujarnya, Selasa (9/12).
Warga tersebut juga menyampaikan dugaan adanya jaringan terorganisasi yang mengatur peredaran sabu di sejumlah nagori.
Keresahan warga bukan tanpa alasan. Mereka menilai maraknya narkoba telah berdampak langsung pada meningkatnya tindak kriminal dan rusaknya masa depan generasi muda. “Yang jadi korban itu anak-anak kampung kami,” tutur warga lainnya dengan nada prihatin.
Sejumlah masyarakat pun mendesak aparat kepolisian untuk meningkatkan pengawasan dan penindakan secara transparan. Bahkan sebagian warga berharap adanya sinergi lintas institusi demi memutus mata rantai peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Polsek Perdagangan maupun Polres Simalungun belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Media ini masih berupaya mengonfirmasi pihak berwenang untuk memperoleh klarifikasi berimbang.
Laporan: Tim Gema Berita
