Oktober 20, 2026
IMG-20261012-WA0251

Dairi, Gema Berita — Debu mengepul, batuan berjatuhan dari truk, sementara aktivitas penggalian batu padas menggunakan alat berat di Desa Gunung Sayang, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, menuai keluhan warga. Legalitas usaha itu kini dipertanyakan, disertai desakan agar instansi terkait dan kepolisian turun tangan.

Seorang warga bermarga Sagala meminta aparat memeriksa perizinan sekaligus menelusuri dampak kegiatan tersebut terhadap lingkungan.

“Tolong diperiksa izinnya. Hancur lingkungan dibuatnya. Makin kaya orang itu, lingkungan kami yang hancur,” ujar Sagala.

Keluhan juga datang dari Aldex, warga sekitar. Ia menyoroti debu dan material batu yang diduga jatuh dari truk, yang berpotensi membahayakan pengguna jalan serta mengganggu kenyamanan warga.

“Viralkan saja, Bang, biar ditindak. Kalau tak viral, tak akan tutup ini,” kata Aldex. Minggu (11/10/2026).

Di tengah keluhan tersebut, awak media berupaya mengonfirmasi status perizinan kepada seorang pria berinisial S yang disebut warga sebagai pengelola. S mengaku hanya pekerja dan mengarahkan awak media untuk menghubungi seseorang berinisial AL.

Saat dihubungi, AL mempertanyakan tujuan konfirmasi, termasuk apakah menyangkut izin usaha. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan substantif mengenai legalitas aktivitas penggalian tersebut.

Warga berharap pemerintah dan aparat tidak menunggu persoalan menjadi viral untuk melakukan pemeriksaan. Langkah di lapangan diperlukan agar status perizinan, kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan, dan keamanan pengangkutan material dapat dipastikan berdasarkan fakta.

Awak media masih berupaya meminta keterangan dari dinas terkait. Pihak yang disebut terkait dengan pengelolaan kegiatan tetap diberi ruang untuk menyampaikan klarifikasi demi memenuhi prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan.

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *